Apa itu Kurikulum Merdeka?
Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang memberikan keleluasaan kepada pendidik untuk menciptakan pembelajaran berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar peserta didik1. Kurikulum Merdeka memiliki beberapa karakteristik, antara lain:
- Pengembangan soft skills dan karakter melalui projek penguatan profil pelajar Pancasila
- Fokus pada materi esensial, relevan, dan mendalam
- Pembelajaran yang fleksibel dan disesuaikan dengan tahap capaian dan perkembangan peserta didik
- Penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal
Kurikulum Merdeka merupakan bagian dari program Merdeka Belajar yang bertujuan untuk memberikan otonomi dan kemerdekaan bagi siswa dan sekolah dalam mendalami minat dan bakatnya masing-masing.
1. Apa Kelebihan Kurikulum Merdeka?
Kurikulum Merdeka memiliki beberapa kelebihan, antara lain:
- Mendorong siswa untuk menjadi lebih aktif, kreatif, inovatif, dan mandiri dalam belajar
- Mengembangkan kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi serta kompetensi abad 21 seperti kolaborasi, komunikasi, kritis, dan kreatif
- Menguatkan nilai-nilai Pancasila dan karakter bangsa melalui projek penguatan profil pelajar Pancasila
- Memberikan ruang bagi guru untuk berkreasi dan berinovasi dalam merancang pembelajaran yang sesuai dengan konteks dan kebutuhan siswa
- Menyederhanakan materi pembelajaran sehingga lebih fokus pada konsep-konsep penting dan relevan
- Menyesuaikan dengan kondisi khusus pandemi COVID-19 yang memerlukan pembelajaran jarak jauh
2. Apa Kelemahan Kurikulum Merdeka?
Kurikulum Merdeka juga memiliki beberapa kelemahan, antara lain:
- Memerlukan kesiapan yang tinggi dari guru, sekolah, orang tua, dan siswa dalam mengimplementasikan kurikulum yang baru
- Memerlukan dukungan sumber daya manusia, sarana prasarana, anggaran, dan teknologi yang memadai untuk melaksanakan pembelajaran yang berkualitas
- Memerlukan sosialisasi, pelatihan, bimbingan, evaluasi, dan pengawasan yang intensif dari pemerintah terkait kurikulum yang baru
- Memerlukan penyesuaian dengan standar nasional pendidikan, ujian nasional, perguruan tinggi, dunia kerja, dan masyarakat luas terkait kurikulum yang baru
- Almira Alifia Kirana 9A
Comments
Post a Comment